STNK yang Hilang
Hari ini, Rabu 15 Oktober 2020. Hari yang benar-benar membuatku muak. Hari yang membuat mataku bintitan. Hari yang membuatku marah pada orang di sekelilingku.
Berawal dari kejadian di loket pembayaran pajak kendaraan bermotor. Aku kaget. Kertas yang ada di dompetku yang sekiranya ku sangka itu STNK aseli saat pembelian kendaraan baru, ternyata itu hanya kertas potokopi biasa. Marah lah petugas loket itu, karena merasa aku pelaku STNK bodong. Padahal aseli aku ga tau STNK itu sementara atau bukan. Selesai dari loket Samsat, aku langsung menuju dealer tempat aku kredit motor tersebut. Aku langsung diarahkan menuju loket pengambilan STNK oleh satpam yang tinggi besar. Aku berikan STNK bawaan pada adminnya. Setelah lama ngecek setiap loker, barulah admin bilang STNK nya tidak ada. Dengan sedikit kesal dia bilang, "Makanya STNK itu mesti segera diambil, biar ga ada kejadian seperti ini." Mendengar nada bicaranya yang agak sedikit tinggi, dengan terpancing emosi aku jawab "Saya juga ga bakalan mau kejadian seperti ini, klo tau dari awal." Lalu si admin menelphone rekannya, seperti minta bantuan untuk mencari STNK yang aseli. Mereka berdua mencari di berbagai isi loker di ruangan tersebut. Akhirnya mereka menyerah, dan bilang STNK nya ga ada. Lalu saya bertanya, "Jika sudah seperti ini, apa yang mesti saya lakukan? apa saya harus bikin surat kehilangan atau bagaimana?"
"Ibu simpan aja dulu nomer HP-nya di sini. Nanti kami hubungi lagi jika kami sudah menemukan STNK tersebut dan mohon ibu juga cari lagi di rumah siapa tau terselip" admin tersebut duduk di sampingku dan berusaha meyakinkan.
Lalu aku miscallkan nomerku pada nomer dealer tersebut, yang sebelumnya sudah disebutkan oleh admin wanita itu. Buru-buru saja aku pergi meninggalkan Dealer H*nd* itu. Dan berniat membuat pengaduan di kantor polisi.
Sesampainya di kantor polisi, aku buat pengaduan. Dan setelah aku jelaskan, rupanya masih ada persyaratan yang mesti dipenuhi lagi, yaitu potokopi BPKB. Sementara motorku masih ada kredit 5 bulan, maka aku disarankan minta potokopi ke leasingnya. Sementara tidak ada leasing yang aku kenal, aku minta tolonglah dengan suamiku. Karena aku tau dulu dia pernah bekerja pada perusahaan leasing. Rupanya dia menghubungi rekannya, dan rekannya tersebut menyarankan untuk meminta pertanggung jawaban Dealer H*n*a Berdika** tersebut. Dan aku juga mencoba mencari bantuan dari orang-orang yang aku kenal. Tapi tidak membuahkan hasil. Mereka menyuruhku mencari di setiap sudut ruangan, karena katanya siapa tau terselip. Padahal sudah aku cari dan semuanya tidak membuahkan hasil.
Satu pelajaran yang bisa diambil dari kejadian ini, bahwa jangan pernah sekali-kali kamu ngambil surat berharga dengan menguasakan ke orang lain kecuali dalam kondisi darurat. Karena pengalaman aku, STNK sementara dulu diambil adikku dan akhirnya kita tidak punya bukti kuat yang bisa menyakinkan. Dan pelajaran kedua, telitilah ketika kamu beli kendaraan atau barang lain yang dianggap berharga. Karena klo nggak, kejadian yang sama bakalan menimpamu.
Komentar
Posting Komentar