Postingan

STNK yang Hilang

Hari ini, Rabu 15 Oktober 2020. Hari yang benar-benar membuatku muak. Hari yang membuat mataku bintitan. Hari yang membuatku marah pada orang di sekelilingku. Berawal dari kejadian di loket pembayaran pajak kendaraan bermotor. Aku kaget. Kertas yang ada di dompetku yang sekiranya ku sangka itu STNK aseli saat pembelian kendaraan baru, ternyata itu hanya kertas potokopi biasa. Marah lah petugas loket itu, karena merasa aku pelaku STNK bodong. Padahal aseli aku ga tau STNK itu sementara atau bukan. Selesai dari loket Samsat, aku langsung menuju dealer tempat aku kredit motor tersebut. Aku langsung diarahkan menuju loket pengambilan STNK oleh satpam yang tinggi besar. Aku berikan STNK bawaan pada adminnya. Setelah lama ngecek setiap loker, barulah admin bilang STNK nya tidak ada. Dengan sedikit kesal dia bilang, "Makanya STNK itu mesti segera diambil, biar ga ada kejadian seperti ini." Mendengar nada bicaranya yang agak sedikit tinggi, dengan terpancing emosi aku jawab "Say...

Amnesia Singkat

Aku bangun dan masih dalam keadaan memakai seragam kerja berwarna terlur asin. Kulihat beker merah yang disimpan di atas lemari kecil di samping kasur. Jarumnya menunjukkan pukul tujuh, aku kaget. Aku kesiangan, pikirku. Sontak saja aku loncat dari kasur dan mengambil handuk yang menggantung di jemuran kecil. Aku mandi dengan cepatnya. Selesai mandi, segera kukenakan seragam kerja baru yang tergantung di kastok. Kukenakan riasan seadanya, sepatu putih tak bertali biar cepat.  Saat itu, aku benar-benar tidak bisa membayangkan bagaimana respon si kepala meja jika aku datang terlambat. Mungkin akan dibawanya lagi aku menghadap HRD yang super judes itu. Berarti dalam satu bulan iti aku sudah mengumpulkan dua surat SP. Aku merasa terancam. Sementara pikiranku sedang berpikir macam-macam. Aku buka pintu kamar kostku. Kulihat di luar gelap.  "Mungkinkah ini dukhan ?" gumamku seolah tidak percaya dan mulai cemas.  “Mungkinkah iniiii…….?” aku mulai ketakutan.  Pikiranku tida...

Wisata Pulau Tidung

Minggu kemaren pas long weekend, aku bersama dengan ketiga sahabatku memutuskan untuk menghabiskannya di Pulau Tidung. Rencana awalnya sih kita mau pergi ke bali, tapi karena ga tau cara booking tiket onlinenya akhirnya kita memutuskan untuk pergi ke Kepulauan Seribu. Saat itu, aku dan ketiga temanku berangkat dari rumah sekitar jam setengah delapan pagi dari rumah di Kasokandel ke Kedawung dengan ongkos sekitar Rp. 60.000,- untuk 4 orang padahal ongkos Kasokandel – Kedawung pada umumnya cuma Rp. 10.000,-/orang tapi karena temenku kelebihan duit akhirnya dia bayar lebih. Kemudian dari Kedawung kita ke stasiun Kejaksan dengan ngeborong angkot GP sekitar Rp. 30.000,- padahal jaraknya deket doing cuma lagi-lagi karena kelebihan duit temen aku ga nawar lagi dan langsung setuju. Setelah itu kita cetak tiket Cirebon Ekspres kelas eksekutif keberangkatan jam 10.00 WIB seharga Rp. 180.000, - sekali jalan doang. Tidak lama kemudian kami segera melakukan boarding ticket. Setelah kami berempat...

Penipu Jatuh Cinta 1

Namaku Aisri, umurku 25 tahun. Sekarang aku bekerja sebagai staff di salah satu perusahaan swasta di Bandung. Sejak jaman SMP aku memiliki kebiasaan buruk, yaitu suka ngisengin orang mulai dari bikin si gendut jatuh saat mau duduk gara-gara kursinya aku ambil, sampe masuk-masukin sampah ke dalam tasnya temen cowok yang naksir aku… hehehe. Hingga akhirnya sekali waktu di usiaku yang sudah dewasa aku ngerjain orang dan akhirnya aku sendiri yang malah kena batunya. Dulu saat awal tahun 2010, aku pernah menipu seorang pria yang bernama Arie. Dia seorang polisi kehutanan yang bertugas di BKSDA Jabar. Kejadiannya berawal ketika saat itu, pas malem-malem aku merasa jenuh di rumah sendirian. Aku buka facebook di ponselku, kubuka laman facebook beberapa temannku termasuk facebook Arie (sebelumnya aku pernah beberapa kali chating dengan Arie di Fb, tapi tidak intens). Kemudian aku buka profil FB Arie, di profilnya tersebut dia mencantumkan no hp nya. Iseng-iseng aku pijit dan ternyata...